Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026: Jadwal, Metode Penetapan, Dalil, dan Panduan Lengkap Ibadah



Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026
menjadi topik yang banyak dicari umat Islam Indonesia menjelang datangnya bulan suci. Setiap tahun, penetapan awal Ramadhan oleh Muhammadiyah sering menjadi perhatian publik karena menggunakan metode hisab yang terkadang berbeda dengan keputusan pemerintah.

Lalu, bagaimana cara Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan 2026? Apa dasar dalilnya? Mengapa bisa berbeda? Dan bagaimana panduan ibadah selama Ramadhan menurut Muhammadiyah?

Artikel SEO ini akan membahas secara lengkap dan mendalam.


Apa Itu Puasa Ramadhan?

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi setiap muslim yang baligh, berakal, dan mampu, dengan menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Bagi Muhammadiyah, puasa bukan hanya ritual tahunan, melainkan momentum transformasi spiritual dan sosial.


Metode Penetapan Awal Ramadhan Muhammadiyah 2026

1. Menggunakan Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan menggunakan metode hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal.

Berbeda dengan metode rukyat (melihat hilal secara langsung), hisab adalah perhitungan astronomi yang akurat berdasarkan posisi matahari dan bulan.

Kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah

Awal bulan hijriyah ditetapkan jika memenuhi tiga syarat:

  1. Telah terjadi ijtima’ (konjungsi) sebelum matahari terbenam

  2. Saat matahari terbenam, bulan masih berada di atas ufuk

  3. Tidak disyaratkan hilal harus terlihat secara kasat mata

Jika ketiga kriteria ini terpenuhi, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai tanggal 1 Ramadhan.


Mengapa Muhammadiyah Menggunakan Hisab?

Ada beberapa alasan utama:

✅ 1. Ilmu Astronomi Modern Sangat Akurat

Perhitungan posisi bulan dapat diketahui hingga tingkat presisi tinggi.

✅ 2. Kepastian Jadwal Jauh Hari

Warga Muhammadiyah bisa mengetahui jadwal puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha jauh sebelum hari H.

✅ 3. Konsistensi Metodologi

Muhammadiyah menggunakan metode yang sama secara konsisten setiap tahun.

✅ 4. Berdasarkan Ijtihad dan Kajian Tarjih

Penetapan ini merupakan hasil keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah.


Apakah Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026 Akan Berbeda?

Perbedaan awal puasa biasanya terjadi karena:

  • Pemerintah menggunakan metode rukyat dengan kriteria imkanur rukyat

  • Muhammadiyah menggunakan hisab wujudul hilal

Jika posisi bulan sudah di atas ufuk tetapi belum memenuhi standar visibilitas rukyat, maka potensi perbedaan bisa terjadi.

Namun perlu ditekankan:
Perbedaan ini bukan konflik aqidah, melainkan perbedaan metode ijtihad dalam memahami dalil.


Dalil yang Digunakan Muhammadiyah

Muhammadiyah berpegang pada hadits Nabi:

“Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal.”

Menurut Muhammadiyah, kata “melihat” tidak selalu harus dengan mata secara langsung, tetapi bisa melalui ilmu pengetahuan yang memastikan keberadaan hilal.

Hisab dianggap sebagai sarana modern untuk memastikan “terlihatnya” hilal secara ilmiah.


Jadwal Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026

Jadwal resmi biasanya diumumkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa bulan sebelum Ramadhan.

Karena menggunakan hisab, Muhammadiyah biasanya sudah menetapkan:

  • Awal Ramadhan 1447 H (perkiraan 2026 M)

  • 1 Syawal 1447 H

  • 10 Dzulhijjah 1447 H

Keputusan ini diumumkan melalui website dan media resmi Muhammadiyah.


Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Muhammadiyah

1. Niat Puasa

Muhammadiyah membolehkan:

  • Niat setiap malam
    atau

  • Niat sekali untuk satu bulan penuh

Selama niat dilakukan dengan kesadaran dan keyakinan.


2. Waktu Imsak dan Subuh

Muhammadiyah menegaskan:

  • Imsak bukan batas awal puasa

  • Batas sahur adalah terbit fajar shadiq

Imsak hanyalah pengingat agar bersiap menghentikan makan dan minum.


3. Hal yang Membatalkan Puasa

  • Makan dan minum dengan sengaja

  • Hubungan suami istri di siang hari

  • Muntah dengan sengaja

  • Haid dan nifas

  • Keluar mani dengan sengaja


4. Orang yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa

  • Orang sakit

  • Musafir

  • Lansia

  • Ibu hamil atau menyusui (dengan ketentuan tertentu)

Mereka wajib mengganti puasa (qadha) atau membayar fidyah sesuai kondisi.


Shalat Tarawih Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah umumnya melaksanakan:

  • 8 rakaat tarawih

  • 3 rakaat witir
    Total 11 rakaat

Hal ini berdasarkan praktik Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam hadits Aisyah RA.


Keutamaan Puasa Ramadhan

Menurut Muhammadiyah, Ramadhan adalah bulan:

  • Pengampunan dosa

  • Turunnya Al-Qur’an

  • Lailatul Qadar

  • Peningkatan amal sosial

Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi membentuk pribadi bertakwa dan peduli terhadap sesama.


Ramadhan sebagai Gerakan Sosial

Muhammadiyah dikenal aktif dalam kegiatan sosial selama Ramadhan, seperti:

  • Santunan yatim dan dhuafa

  • Pembagian takjil

  • Program zakat dan infaq

  • Dakwah pencerahan

Semangat Ramadhan tidak hanya ibadah individu, tetapi juga penguatan solidaritas sosial.


Sikap Muhammadiyah Terhadap Perbedaan Awal Puasa

Muhammadiyah mengajarkan sikap:

  • Toleransi

  • Saling menghormati

  • Tidak saling menyalahkan

  • Menjaga ukhuwah Islamiyah

Perbedaan adalah bagian dari khazanah fiqih Islam.


FAQ Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026

❓ Mengapa Muhammadiyah sering lebih dulu memulai puasa?

Karena menggunakan metode hisab wujudul hilal.

❓ Apakah boleh mengikuti keputusan pemerintah?

Boleh, tergantung keyakinan dan pilihan masing-masing individu.

❓ Apakah hisab bertentangan dengan sunnah?

Tidak. Muhammadiyah memandang hisab sebagai bentuk ijtihad yang sah.

❓ Apakah tarawih Muhammadiyah selalu 11 rakaat?

Ya, umumnya 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.


Kesimpulan

Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026 ditetapkan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang telah digunakan secara konsisten dan ilmiah. Perbedaan dengan pemerintah adalah bagian dari dinamika ijtihad, bukan perpecahan.

Esensi Ramadhan tetap sama:
Meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, dan memperkuat kepedulian sosial.

Semoga Ramadhan 2026 menjadi momentum perubahan diri yang lebih baik dan penuh keberkahan.

Posting Komentar untuk "Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026: Jadwal, Metode Penetapan, Dalil, dan Panduan Lengkap Ibadah"